Archive for December, 2006

Gadis Kertas

Sunday, December 24th, 2006

Gadis Kertas dengan pena
tergenggam oleh jemarinya

Percik makna terimaji dari
mata fikirnya

Bening dalam renung mencurah
idenya

 

Gadis Kertas Menggeliat
terbangun dari lelapnya

Cepat beranjaklah Ia dari
peraduannya

Tata langkah rengkuh niatan
hatinya

 

Gadis kertas, termenung di
sudut asanya…

Menerawang mencari-cari makna
untuk dituliskannya…

Mencitra memori dalam
rangkaian diksinya

 

Gadis kertas, menarikan
jari-jemarinya..

Mencari klimaks dari
rangkai-rangkai kata yang tertuliskan darinya..

Melabuhkan sebuah episode
kehidupannya..

 

Gadis kertas

Masih mencari mimpinya

Lelah

Saturday, December 23rd, 2006

Ingin Kurengkuh Perlahan

Mimpi Yang HilanG Memudar

Kugenggam Erat Erat

Agar Tak Pergi Menjauh Lagi

Ah…

Seandainya Lelah dan Gundah

Itu Bukan Milikku

Aku Ingin Terus Berlari

Melangkah, Merengkuh Mimpi Itu

Tapi Aku Mulai Luluh

Terantuk Jatuh

Bunda

Saturday, December 23rd, 2006

Satu Kata Cinta

Serangkai Kata Cinta

Atas Ribuan Kasih YanG Tercurah

Duhai Bunda Yang Tak Kenal Lelah

Terimakasih Atas Cinta

Terimakasih Bunda

Bukankah Dia

Tuesday, December 19th, 2006

Written By Uchay

Sebuah perenungan ditengah penatnya ritme
hidup……
betapa ternyata ALLAH tak pernah berpaling?
betapa ternyata begitu banyak penguatan yang
diberikan.
betapa ternyata semakin tersadar, bahwa kita tiada
berdaya?
betapa ternyata muara harap hanya bertumpu pada-Nya
betapa ternyata ALLAH cinta?

Ya Rabb?Harapanku padaMu Subur kembali?.

Surat

cinta
dari Allah..(QS.An- naml :60-64)

?Bukankah Dia (Allah) yang meciptakan langit dan bumi
dan yang menurunkan air dari langit untuk-mu, lalu
Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang
berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu
menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah disamping Allah ada
Tuhan (yang lain) ? sebenarnya mereka adalah
orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran)?

?Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi
sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai
di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk
(mengokohkan) nya dan yang menjadikan suatu pemisah
antara dua laut? Apakah disamping Allah ada Tuhan
(yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak
mengetahui.?

?Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) ornag
yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya,
dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu
(manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah
disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali
(nikmat Allah) yang kamu ingat?

?Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada
kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang
mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum
(kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada
Tuhan (yang lain) Maha tinggi Allah terhadap apa yang
mereka persekutukan?

?Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari
permulaannya, kemudian mengulanginya (lagi) dan yang
memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi?
Apakah disamping Allah ada Tuhan yang lain?
Katakanlah, ?kemukakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu
orang yang benar?

Sepenuh cinta Karena-Nya.. ..

Tentang dia

Tuesday, December 5th, 2006

Hari ini ia tampak berbeda, berbeda sungguh, walau tidak ada satu keterkejutan yang begitu dari diriku sendiri atas tampil bedanya ia hari ini. Ia begitu lincah, mudah sekali tersenyum, tidak canggung dan ragu-ragu tidak seperti ia yang biasanya. Ia begitu mudah berbicara, lantang dan terdengar nyaring, sedangkan sebelumnya begitu rumit dan sulit untuk memancingnya berbicara. Menunggu sekian masa dan saat, bersabar menanti rongga-rongga tempat pita suaranya mengalirkan getar-getar resonansi untuk menjadi sebuah kata, dan seringnya yang terjadi justru adalah kelu, kelu yang hadir, bisu yang terjadi menyelimuti harap akan munculnya sebuah kata. Padahal kupikir dia yang ingin bersuara.

 Ia begitu ceria, ada senyum yang merekah ketika ia diajak bercanda, dan tertawa lepas, ketika satu dua lelucon terlontarkan, bahkan ketika lelucon itu bukan untuknya, bukan tentangnya. Ia bergerak larikanan-kiri menghindar perlahan mencoba berlari ketika jejak langkahnya coba ku jaga, ku goda dan ku hentikan agar tak berlanjut, dalam senyum mungilnya ia mencoba mencari jalan keluar, meretasi jejak langkah menuju tujuan mulanya.

 Biasanya ia diam seribu bahasa, begitu sulit dimengerti apa yang dia kehendaki, betapapun ku coba menyelami dan mencari makna disudut dua bola matanya yang menatap tajam ketika hendak bersuara. Biasanya satu-satu dua-satu satu-dua derap langkah kakinya perlahan saja menyusuri detak-detik waktu yang bergerak perlahan menuju pertengahan hari. Perlahan , tertinggal, namun ada pancaran dalam yang terekspresi dari raut mukanya. Mungkinkah ia sedang mengkritisi waktu yang bersinggungan dengannya. Tak pernah, belum dapat dimengerti, ah.. mungkin ia belum ingin dimengerti…

 Lalu coba kemudian kutelusuri lorong-lorong waktu yang telah terlalui.Perubahannya yang mulai terjadi. Apakah sekarang ia sudah mulai merasa nyaman. Adakah sekarang ia sudah mulai merasa dekat.. Bilakah ia sudah mulai merasa memiliki, bahwa ia dan kami adalah satu, satu keluarga. Sehingga kemudian ia merekahkan satu-satu kristal pekat yang menyelimutinya, memunculkan ia, ia yang sebenarnya.

Ia yang katanya berbeda sekali dengan ia yang dikenal selama ini disini. Ia yang lebih baik, ia yang kritis, ia yang pemberani, ia yang ramah dan mau berbagi.

Semoga perlahan pasti ada bening yang terpijar dari rekah perlahan-lahannya kristal pekat. 

Ada

cahaya yang terpancar kemudian dan semoga bukan sesaat.

Menggeliatlah duhai calon kupu-kupu, segera rentangkan sayap-sayapmu, kepakan kemudian sayap-sayap itu meninggi dan kemudian temuilah indah dunia.