Fase
Satu fase dalam hidupku sedang kujalani,.. masih - masih seperti yang dulu, hidup dalam pesimistis, rasa ragu, bahwa aku tidak bisa apa-apa, bahwa aku tidak faham seperti mereka-mereka, bahwa aku tidak bisa berbuat banyak seperti mereka, bahwa aku tidak bisa segala-galanya. Dan kemudian jadilah aku seperti gajah yang terikat rantai besi, yang terbelenggu sekian lama, betapapun ia mencoba ia tak pernah bisa lepas be dan ketika rantainya tergantikan oleh hanya seutas tali (mungkin) ia sudah lepas harapnya untuk lepas bebas, untuk menggapai mimpi-mimpinya, bahwa mungkin hanya ini jalanku bersama orang-orang biasa, hanya menjadi orang biasa tidak pernah akan mampu menembus langit-langit utopis.
Bahwa kemudian aku bertemu dengan rekan-rekan yang punya valensi yang begitu melimpah, harap itu kemudian hadir timbul tenggelam kembali, apakah aku bisa, apakah tidak , mungkin bisa, mungkin tidak. Dan ketika kami mempunyai sebuah mimpi yang sama, asa yang sama, asa itu hadir tenggelam. Bersama orang orang yang visioner, super kreatif, idealis dan cemerlang, humoris, penuh canda, pekerja-keras, namun terkadang ada pesimistis, ada ragu, ada penyemangat, ada motivator, ada pemimpin yang down to earth. Ah ternyata perbedaan-perbedaan itu bisa mensinergi, saling menyatu dan menguatkan. Aku fikir segala sesuatu itu sama, mesti sefaham, satu ide, satu fikiran. Ah ternyata bila semuanya sama mungkin perjalanannnya akan datar-datar saja, tanpa riak, tanpa gelombang yang menguatkan. Jadi mengapa mesti sama, sedangkan berbeda itu indah saling melengkapi satu dan lainnya.
Terimakasih rekan-rekanku, mari kita kerapkan langkah, dalam mimpi besar membangun peradaban baru, turut berperan serta, menjadi sebuah titik kecil dalam garis panjang perjuangan. Terimakasih rekanku menjadikan aku mulai kembali berani menatap mimpi dari satu sudut pandang.
Will be Magnificient Eleven