Mutiara Yang Hilang

Tangkaplah kelim (tepi) karunia-Nya,

karena Dia akan mendadak lari!

Tapi jangan hunus Dia seperti anak panah,

karena dari busur Dia akan meluncur.

Lihat ~ bagaimana rupa-Nya, dan

bagaimana jurus yang dimainkan-Nya!

Kiranya dia hadir dalam bentuk

namun Dia akan lari dari jiwa.

Kau cari Dia jauh tinggi di langit-Nya ~

Dia bercahaya bak rembulan di dana,

Namun jika kau menyelam ke dalam airnya,

Dia akan meluncur jauh tinggi ke langit.

Kau cari Dia di Tak-Bertempat

Dia berikan tanda-tanda tempat-Nya:

Namun jika kau cari Dia di tempat,

Dia akan terbang ke Tak-Bertempat.

Seperti anak panah meluncur dari tali busurnya

dan seperti burung pikiranmu…

Kau pasti tahu: dari yang ragu

Yang Maha mutlak akan lari.

"Aku akan lari dari yang ini dan yang itu,

namun bukan karena lelah:

Aku takut keindahan-Ku, yang amat indah,

akan lari dari ini dan dari itu.

Karena Aku terbang bak angin,

dan Aku cinta bunga mawar, seperti desiran,

Tapi karena takut akan musim rontok,

bunga mawar juga akan lari, bukan!"

Nama-Nya akan lari

ketika tahu kau bermaksud mengucapkannya

Sehingga tak bisa kau katakan kepada orang lain:

“Lihatlah kesini, orang seperti itu akan lari!”

Dia akan lari darimu jika kau coba mensketsakan

Bagaimana rupa dan bentuk-Nya—

Goresan akan lari dari loh,

tanda akan lari dari hati!

(Rumi,Mutiara Yang Hilang)

Angan yang tersederhanakan,…–

Mimpi-mimpi jadi berbatas,…–

Dan sayap-sayap semakin

melemah,

tak lagi mengangkasa tinggi

Semuanya kemudian menjadi nyata,…–

Bias samarnya menghilang,…–

Semua Zahirnya bermunculan

hadir,

hilang, pergi dan senyap

Aku Masih terpesona dalam asa,…–

Ketika semuanya menjadi tiada,…–

Angan yang perlahan sirna

mimpi,

yang beranjak terpaksa pergi

Dan Semuanya menghilang

dalam tabir gelap malam

musnah

Leave a Reply