Archive for May, 2006

Allah, jangan biarkan aku jatuh cinta

Monday, May 22nd, 2006

lAllah, jangan biarkan aku jatuh cinta

Jika waktu yang telah Engkau tetapkan

Belum mengizinkanku untuk mencinta..

Rabb, jangan biarkan aku jatuh hati

Kepada seseorang yang belum Engkau halalkan

Untuk aku jadikan sang pujaan hati..

Allah, jangan biarkan aku mencinta

Selain hanya dengan apa yang Engkau suka,

Apa  yang telah kekasih-Mu mencontohkannya..

Rabb, jangan biarkan aku merindu

Selain hanya karena rindu pada-Mu,

Pada Rasul-Mu, dan kemuliaan syahid di jalan-Mu..

Allah, jangan biarkan aku jatuh cinta

Jika cinta yang mungkin ada

Akan menghinakanku sebagai seorang manusia..

By Yentri

Hatiku Selembar Daun

Saturday, May 20th, 2006

dengarlah bagaimana dahan menangisi daun-daun jatuh

"tidakkah kaupahami lukaku? seluruh kerinduan itu?"

sementara daun-daun hijau dibiarkannya tumbuh

hanya bumi tak mengeluh, tengadah membuai takdir itu

Aku terjatuh ketika kukira diriku adalah sehelai daun kuning, yang terlontar oleh getar sebatang ranting, yang limbung oleh bisikan angin, saat mengabarkan datangnya musim dingin.

Aku masih terjaga, melayang dalam pesona keindahan luka yang merekahkan putiknya, yang sigap merengkuh tenggelam dalam kelopak-kelopaknya, yang membius dalam gema semerbaknya, saat teriakan gagak melontarku pada pusaran tanya, Mengapa?

Apakah kidung cinta yang kita tiupkan bersama kabut pagi tak pernah memiliki makna
Apakah pesona bianglala hanya membutakan mata daun-daun yang hijau belia
Sementara gemeretak ranting tak pernah habis dimakan musim
Seperti hidup yang enggan berhenti berdetik meski nurani kehilangan denting

Aku terhempas ketika kukira diriku adalah selembar daun kuning, yang kehilangan dekap hangat sebatang ranting, walau pucuk-pucuk cemara meliukkan isyarat duka, saat bumi mencoba berkabung sia-sia.

Kulihat waktu menari
Menggengam jari-jari Januari
Dan aku melayang ke ujung senja
Menuju pantai yang sibuk menguburkan asa
Dan aku menjelma menjadi duka
Yang ditoreh pada sepotong hati yang merana

Mestinya aku terbang menuju cakrawala
Seperti jiwa-jiwa yang pulang kembali pada-Nya
Seharusnya sayap kupu-kupu menggandeng tanganku
Menuju surga di balik tirai-tirai langit biru

Tapi toh aku hanya selembar daun kuning
Yang dilontar oleh sebatang ranting
Ketika angin utara menyapa
Saat musim dingin kembali tiba

Ivandinita

Metamorfosa

Friday, May 19th, 2006

                                             Kupu1_1

aku ingin memberimu seberkas bunga,

adikku

(tidak! bukan mawar yang kelopaknya rapuh berkaca-kaca)

yang mekar di ujung tangkai-tangkai doa

yang daunnya tegar dibasahi kilau asa

dan ronanya segar diwarnai cahaya taqwa

fajar akan menyentuhmu

membuka mata

sayap-sayapmu akan menerbangkanmu

bermetamorfosa

entah ke langit mana

dirimu terbawa oleh bianglala

tapi kuingin, dirimu

tetap dijaga

dalam ridla-Nya

By Ivan

Merancang Asa…

Friday, May 19th, 2006

Jumpa Kembali.. Untuk Diriku Sendiri Kok…

Menabur kembali Harap…Berjalan.. Berlari,.. Jatuh dan Tertatih..

Merintis Jalan… Menapak.. Terjal… langkah.. Meniti Jembatan Kehidupan…

Ingin Aku Terbang Tinggi.. Seperti Burung - Burung… Melayang Menukik,.. Lalu Hap Hinggap di Sebatang Dahan…

Ingin Juga Tenggelam Bebas,.. Merentasi Samudera.. Seperti Paus Bungkuk Yang Mengelana.. Jauh Merelung Palung…

Ingin Berlarian Bebas,.. Seperti Menjangan Di Padang Perburuan,.. Lincah Meliuk dan Menghindar…

Ingin Jadi Yang Terbaik.. Untuk Diriku Sendiri.. Menggenapi Proses,.. bahwa diri masih harus mencari dan mencari,. serangkai pemahaman